Tika pengembaraan ini bermula,
Hadirmu ditemani kegusaran,
Memikul beban sepanjang masa,
Mengira harta yang dikorbankan,
Kerna memikirkan hati yang dipisahkan benua,
Hadirmu ditemani kegusaran,
Memikul beban sepanjang masa,
Mengira harta yang dikorbankan,
Kerna memikirkan hati yang dipisahkan benua,
Hingga...
Dudukmu bagai di lapisi bara,
Berdiri bagai di ikat pohon cemara,
Berjalan dan berlari tiada beza,
Beradu persis ayam laga,
Hatimu merah bagai saga,
Berdiri bagai di ikat pohon cemara,
Berjalan dan berlari tiada beza,
Beradu persis ayam laga,
Hatimu merah bagai saga,
Sabarlah...
Kita merancang,
Yang Esa juga merancang,
Sesungguhnya Dialah sebaik-baik perancang,
Yang Esa juga merancang,
Sesungguhnya Dialah sebaik-baik perancang,
Teman-ku,
Tika kapal berlayar pantas,
Dirimu kaku,
Hatimu panas,
Fikiranmu buntu,
Percaturanmu dicantas,
Dirimu kaku,
Hatimu panas,
Fikiranmu buntu,
Percaturanmu dicantas,
Maaf...
Kerna ku menjadi saksi,
Melihat dikau beraksi,
Hanya tulus menabur janji,
Tapi diriku bagai si mati,
Kerna ku menjadi saksi,
Melihat dikau beraksi,
Hanya tulus menabur janji,
Tapi diriku bagai si mati,
Sabarlah...
Kita merancang,
Yang Esa juga merancang,
Sesungguhnya Dialah sebaik-baik perancang,
Yang Esa juga merancang,
Sesungguhnya Dialah sebaik-baik perancang,
Teman-ku,
Tika kapal mampir berlabuh,
Dikau persis nakhoda kehidupan,
Mengerah keringat dan tubuh,
Mengenal erti kebahagiaan,
Menghargai makna pengembaraan,
Mengajar-ku tentang pengorbanan,
Dikau persis nakhoda kehidupan,
Mengerah keringat dan tubuh,
Mengenal erti kebahagiaan,
Menghargai makna pengembaraan,
Mengajar-ku tentang pengorbanan,
Gembiralah...
Hadirmu ditemani kegusaran,
Kembaramu bersama pengalaman,
Kembalimu membawa seribu harapan,
Diri-ku cemburu dalam kerinduan,
Hadirmu ditemani kegusaran,
Kembaramu bersama pengalaman,
Kembalimu membawa seribu harapan,
Diri-ku cemburu dalam kerinduan,
Yakinlah...
Kita merancang,
Yang Esa juga merancang,
Sesungguhnya Dialah sebaik-baik perancang,
Perancangan-Nya belum pernah menghampakan.
Yang Esa juga merancang,
Sesungguhnya Dialah sebaik-baik perancang,
Perancangan-Nya belum pernah menghampakan.
-Rafeed Kabeer-
Puisi kali ini merupakan kisah adaptasi daripada kembara penulis bersama sahabat-sahabat lain ke luar negara untuk menuntut ilmu. Berada di perantauan bukan sahaja menggamit kerinduan akan tanah air, bahkan, ia juga dipenuhi dengan liku-liku cabaran. Setiap satu yang merantau akan berdepan dengan liku cabaran yang tersendiri.
